This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Follow Now.......!

Jumat, 16 Mei 2014

BAGIAN-BAGIAN LAPORAN


BAGIAN-BAGIAN LAPORAN

              Penjabaran secara umum dari laporan yang dimaksud di atas terdiri dari 4 (empat) bab yang setiap bab, masing – masing memiliki bahasan tersendiri. Selain itu, laporan praktek kerja industri (PRAKERIN) juga memiliki beberapa bagian yang merupakan pelengkap dari laporan sebagaimana layaknya dengan laporan lainnya.
Penjelasan dari tiap bab – bab yang dimaksud adalah :
BAB I        PENDAHULUAN, memuat pembahasan tentang latar belakang PRAKERIN, tujuan PRAKERIN, dan sistematika penulisan.
BAB II       GAMBARA UMUM LOKASI PRAKERIN, berisi tentang sejarah singkat lokasi prakerin, arti logo lokasi prakerin, struktur organisasi dan uraian tugas masing-masing.
BAB III     HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN, berisi tentang waktu pelaksanaan PRAKERIN, Keigatan umum di lokasi PRAKERIN, masalah yang dihadapi, dan metode pemecahan masalah
BAB IV     PENUTUP berisi kesimpulan dan saran dari seluruh rangkaian kegiatan PRAKERIN.











TATA CARA PENULISAN LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI


1.      Bahan dan Ukuran
               Naskah laporan diketik pada kertas HVS berwarna putih dengan ukuran 21 x 28 cm (kuarto/letter), ditulis tidak dibolak-balik dengan tinta warna hitam.
2.      Pengetikan
Mesin Tulis
Naskah ditulis dengan menggunakan komputer.
             
            Jenis Huruf
Naskah ditulis dengan menggunakan huruf Times New Roman berukuran 13.
Huruf miring (Italic) digunakan untuk :
1.      Judul buku, nama terbitan berkala, atau nama publikasi lain, serta nomor penerbitan dalam daftar pustaka.
2.      Istilah, kosakata, atau kalimat bahasa asing atau daerah, yang digunakan dalam teks.
Huruf tebal (bold) digunakan untuk :
1.      Nomor bab, judul bab atau bagian (misalnya judul daftar isi), sub judul, dan anak sub judul
2.      Selain itu, penebalan juga digunakan pada bagian tertentu misalkan pada sampul depan.

            Bilangan dan Satuan
Lambang dan bilangan ditulis dengan angka, kecuali pada awal kalimat ditulis dengan huruf..
Satuan dinyatakan dengan singkatan resminya tanpa tanda titik di belakangnya. Jika belum ada singkatan resmi, satuan ditulis secara lengkap. Misalnya 7200 rpm, 10 ppm, 1 jam 20 menit.

            Jarak baris
Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya adalah jarak baris/spasi 2 (double) kecuali untuk judul dan isi daftar table atau keterangan gambar yang hanya  menggunakan jaraka baris/spasi 1 (satu).

            Batas/Margin
Batas–batas pengetikan naskah, ditinjau dari tepi kertas diatur dengan mengikuti ketentuan berikut :
Tepi atas             : 4 cm
Tepi bawah         : 3 cm
Tepi kiri              : 4 cm
Tepi kanan          : 3 cm
Batas pengetikan ini juga berlaku bagi lampiran

            Pengisian Ruang Tulis
Pengisian ruang tulis, yaitu bagian halaman yang terdapat di sebelah dalam margin, sedapat-dapatnya diisi penuh. Penulisan dimulai dari margin kiri ke margin kanan tanpa ada ruang terbuang, kecuali akan memulai alinea baru, daftar, gambar, sub judul atau hal-hal khusus.

            Alinea, Paragraf dan Permulaan Kalimat
Pengetikan alinea baru dimulai pada huruf setelah ketukan ke lima (1,27 cm) tepi kiri. Bilangan, lambang atau rumus kimia yang memulai suatu kaliamat harus dieja. Misalnya : Tiga puluh harddisk yang belum di-install.


            Penomoran Halaman
Bagian awal laporan, mulai dari prakata sampai dengan akhir daftar, diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil.
Bagian utama dan bagian akhir, mulai dari pendahuluan sampai halaman terakhir (termasuk lampiran), diberi nomor halaman dengan angka Arab.
Nomor halaman ditempatkan di sebelah kanan atas, kecuali jika ada judul atau bab pada bagian atas halaman itu. Halaman yang demikian diberi nomor halaman ditulis tengah bawah.








LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI PADA
…………………………………………..






Laporan Ini Disusun Untuk Melengkapi Persyaratan Kelulusan
Tahun Pelajaran 2011/2012 Di SMK Negeri 2 Maros







Disusun Oleh :

…………………      Nis :…………………
…………………      Nis :…………………
…………………      Nis :…………………
…………………      Nis :…………………






KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 MAROS
TAHUN PELAJARAN
2010/2011



HALAMAN PERSETUJUAN

1.      Praktik Kerja Industri telah dilaksanakan pada perusahaan/industri :
SAKTI COMPUTER
Computer City Lt. 1 Blok D4-D5
Jl. Pengayoman No. 27 Makassar
2.      Waktu Pelaksanan :
Tanggal 16 Februari s/d 16 Juni 2011
3.      Setelah diteliti dan diperiksa ulang oleh Panitia Ujian Sekolah dan Pihak Industi/Perusahaan, materi/isi laporan ini telah benar dan memenuhi persyaratan untuk diajukan pada seminar hasil Prakerin tanggal ………………………….. 2011.


Menyetujui :
Pembimbing PRAKERIN,

      Pembimbing Lapangan,                                           Pembimbing Sekolah,




                    Anwar                                                         Baharuddin, S.E.

Mengetahui :
Pimpinan Sakti Computer



SALAHUDDIN



HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Prakerin ini disusun Oleh :

No.
Nama Peserta
Nis
Kelas

















Kompetensi Keahlian       :   Teknik Komputer dan Jaringan
Sekolah                               :   SMK Negeri 2 Maros
Tanggal Pengujian             :   ………… Juni 2011, dan dinyatakan Lulus/Tidak Lulus**)

Maros,       Juni 2011
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Maros,




Drs. MUHTAR, M.M.
Nip. 19690306 199803 1 011


Komisi Penguji Laporan :
1.      …………………………            Penguji I         (………………………..)
2.      …………………………            Penguji II       (………………………..)
3.      …………………………            Penguji III      (………………………..)
4.      …………………………            Penguji IV      (………………………..)



KATA PENGANTAR

  Kata pengantar berisi ucapan pengantar atas keberhasilan penyusunan laporan, di dalamnya sudah memuat rasa syukur, ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung selesainya serangkaian kegiatan Prakerin dan penyusunan laporan. Diupayakan ucapan terima kasih ini memuat pihak sekolah (Kepala Sekolah, Guru pembmbing, dan lainnya, termasu rekan-rekan di sekolah) orang tua, ataupun teman, dan lainnya.
Kata pengantar juga sebaiknya memuat permintaan saran, ataupun masukan yang bisa mendukung untuk penyusunan laporan yang lebih baik ke depan.
Maros,     Juni 2011

Penyusun Laporan,


DAFTAR ISI

Halaman Judul ..............................................................................................................
Halaman Persetujuan ...................................................................................................
Halaman Pengesahan ...................................................................................................
Kata Pengantar .............................................................................................................
Daftar Isi ........................................................................................................................
BAB I           PENDAHULUAN ....................................................................................
A.    Latar Belakang Pelaksaan PRAKERIN ..........................................
B.     Tujuan PRAKERIN ...........................................................................
C.     Sistematika Penulisan Laporan ......................................................
BAB II         GAMBARAN UMUM SAKTI COMPUTER
A.    Sejarah Singkat Lokasi PRAKERIN ...............................................
B.     Logo SAKTI COMPUTER................................................................
C.     Struktur Organisasi.................................................................
BAB III        HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN
A.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan PRAKERIN ...............................
B.     Kegiatan Umum di Lokasi PRAKERIN..........................................
C.     Masalah yang Dihadapi ...................................................................
D.    Metode Pemecahan Masalah ..........................................................
BAB IV        PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Pelaksanaan PRAKERIN
Berisi dasar pelaksanaan PRAKERIN, dapat berupa Surat Keputusan Kepala Sekolah, Peraturan Pemerintah (PP), Undang-undang, Keputusan Menteri, ataupun berupa hasil pemikiran berbagai tokoh pendidikan, dan lain-lain.
Sebaiknya dalam pembahasan latar belakang ini, penulisan dapat mengaitkan antara dasar pelaksanaan prakerin di atas dengan pelaksanaan PRAKERIN yang kalian laksanakan sekarang ini, lalu alasan kalian memilih SAKTI COMPUTER (lokasi prakerin) sebagai tempat yang kalian melaksanakan PRAKERIN.

B.    Tujuan PRAKERIN
Dapat berisi tujuan PRAKERIN berdasarkan persepsi peserta ataupun tujuan berdasarkan sumber-sumber berupa buku panduan dan referensi lainnya.


C.    Sistematika Penulisan
Laporan ini disusun berdasarkan sistematika penyusunan sebagai berikut :
1.      Halaman pembuka berupa halaman sampul, halaman perstujuan, halaman pengesahan, kata pengantar, dan daftar isi.
2.      Bab Pendahuluan, memuat pembahasan tentang latar belakang PRAKERIN, tujuan PRAKERIN, dan sistematika penulisan.
3.      Gambara umum lokasi PRAKERIN, berisi tentang sejarah singkat lokasi prakerin, arti logo lokasi prakerin, struktur organisasi lengkap dengan uraian tugas mading-masing.
4.      Hasil kegiatan dan pembahasan, berisi tentang waktu pelaksanaan PRAKERIN, Kegiatan umum di lokasi PRAKERIN, masalah yang dihadapi, dan metode pemecahan masalah
5.      Bab penutup berisi keimpulan dan saran dari seluruh rangkaian kegiatan PRAKERIN.
6.      Lampiran, berisi foto copy absen, jurnal kegiatan, nilai PRAKERIN dari lokasi, foto copy sertifikat dari lokasi (bila ada) brosur, foto-foto kgiatan, dan lain-lain yang dianggap bisa menjadi bukti fisik kegiatan PRAKERIN


BAB II
GAMBARAN UMUM SAKTI COMPUTER

A.    Sejarah Singkat Sakti Computer
Dapat berisi uraian tentang asal mula berdirinya Sakti Computer, waktu pendirian, lokasi usaha pertama kali didirikan, nama pencetus dan pendiri, pemilik usaha/pemilik modal, dasar pendirian, nama usaha pertama kali jika perna berubah nama sebelumnya, alasan menggunakan nama SAKTI Computer, bentuk usaha, jenis usaha, perkembangan usaha dari masa ke masa, gambaran usaha sekarang ini, dan lain-lain.
Semua point-point di atas dirangkai dalam beberapa paragraf dan dijelaskan secara berkesinambungan sehingga mampu memberikan gambaran sejarah singkat dari Sakti Computer

B.     Logo Sakti Computer
Berisi gambar logo dan penjelasan dari bagian-bagian gambar/logo/simbol usaha Sakti Computer yang bisa memberikan pengertian arti dari gambar/logo/simbol usaha Sakti Computer, termasuk arti warna, bingkai, model, dan lain-lain.

C.    Struktur Organisasi Sakti Computer
Berisi gambar struktur organisasi Sakti Computer, termasuk pembahasan tugas dari masing-masing bagian dari kepengurusan pada struktur organisasi SAKTI Computer.


BAB III
HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

A.    Tempat dan Waktu Pelaksanaan PRAKERIN
Memuat uraian tentang waktu dan tempat pelaksanaan PRAKERIN, termasuk jika lokasi yang ditempati lebih dari satu lokasi (pernah dipindahtugaskan ke lokasi lain), alasan perpindahan lokasi, waktu dilokasi pertama dan lokasi ke dua, jadwal pelaksanaan jika terjadi pembagian jadwal tugas, rolling, dan lain-lain.

B.     Kegiatan Umum di Lokasi PRAKERIN
Memuat pembahasan secara umum dari kegiatan-kegiatan yang pernah dilaksanakan di lokasi PRAKERIN yang disesuaikan dengan isi jurnal pelaksanaan PRAKERIN, misalnya :
1.      Merakit. Memuat penjelasan tentang apa saja yang pernah dirakit termasuk spesifikasinya.
2.      Program (software) yang pernah diinstall berikut penjelasan kegunaannya
3.      Menginstall system operasi. Memuat pembahasan tentang system operasi apa saja yang pernah diinstall, perbedaan system operasi satu dengan lainnya berdasarkan pengalaman kalian selama PRAKERIN (Windows XP, VISTA, Win7, atau mungkin LINUX), dan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan system operasi tertentu.
4.      Mengerjakan printer, mengantar barang, memperbaiki komputer, laptop, menjual, Membuat Jaringan Komputer, atau hal-hal yang dianggap penting untuk dimasukkan dalam pembahasan ini.
Semua diuraikan secara nyata, boleh dipoint-point dalam bentuk nomor seperti di atas, ataupun dituangkan dalam paragraf-paragraf tersendiri.

C.    Masalah yang Dihadapi
Memuat pembahasan tentang masalah-masalah yang pernah kalian temui berdasarkan jenis kegiatan yang dilaksanakan di lokasi PRAKERIN.

D.    Metode Pemecahan Masalah
Berisi uraian tentang tidakan apa saja yang harus dilakukan jika mendapati masalah-masalah pekerjaan sebagaimana yang diuraikan dalam poin © di atas. Pemecahan masalah yang dimaksudkan tentunya bisa memberikan pemahaman kepada pembaca. Apa yang harus dilakukan pertama kali jika ditemukan kasus sebagaimana point © di atas, jika tidakan pertama belum menyelesaikan masalah, maka tindakan lain yang boleh dilakukan adalah ini dan itu…..



BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berisi kesimpulan dari serangkain kegiatan yang pernah dilaksanakan selama PRAKERIN, termasuk manfaat, kemajuan peserta, keterampilan yang bertambah, pengalaman yang berkesan, dan lain-lain.

B.     Saran
Dapat berupa masukan buat perusahaan, pembimbing lokasi, pembimbing sekolah, teman-teman, adik-adik yang belum melaksanakan prakerin, sekolah secara umum, dan lain-lain, demi proses pelaksanaan PRAKERIN yang lebih baik di masa yang akan datang.



                                                           


Contoh batang tubuh laporan

BAB II

JUDUL BAB DENGAN HURUF KAPITAL
DAN DITEBALKAN



Spasi 2
 
Tulisan bab dan nomornya ditulis dengan huruf kapital dan angka Romawi (misalnya BAB II) yang ditebalkan dan diletakkan di tengah halaman pada margin atas. Tiga spasi di bawahnya, terdapat judul bab yang juga ditulis dengan huruf capital serta ditebalkan. Bila judul bab lebih dari satu baris, diketik dengan spasi tunggal dan tidak diakhiri dengan titik seperti contoh di atas. Selanjutnya, teks, atau sub judul diletakkan pada jarak tiga spasi dari judul bab. Jarak anatar teks ini dengan subjudul di bawah ini adalah juga 3 sampai spasi.

Spasi 2
 
(Enter 2 kali)
A.    Subjudul Ditebalkan dan Diletakkan Secara Sentris dengan Menggunakan Huruf A, B, C, dst sebagai Penanda
Subjudul (subbab) ditulis Tepat di batas kiri margin, 3 sampai 4 spasi (dua kali enter) di bawah Bab atau baris sebelumnya. Semua kata dimulai dengan huruf kapital kecuali kata hubung dan kata depan. Kata demi kata ditebalkan dan tanpa diakhiri dengan titik. Anak dari subjudul juga ditebalkan dan diletakkan pada sisi kiri halaman dengan penanda 1, 2, 3, dst. Lihat contoh di bawah ini.
1.      Ini adalah anak subjudul
Hanya kata pertama dari anak subjudul yang dimulai dengan huruf kapital. Kalimat pertama sesudah anak subjudul mulai dengan alinea baru. Selanjutnya bila masih ada cucu subjudul, maka tidak lagi ditebalkan dan hanya kata pertama saja yang dimulai dengan huruf kapital. Adapun penanda yang digunakan adalah a, b, c, d, dst.
a.       Ini adalah cucu subjudul
Kalimat pertama sesudah cucu subjudul dimulai dengan alinea baru. Bila masih ada cicit subjudul, maka peletakannya pada sisi kiri halaman. Cicit subjudul, juga tidak ditebalkan seperti contoh berikut ini :
1)      Ini adalah cicit subjudul.
Bila masih ada piut (anak dari cicit) dari subjudul, maka penanda yang digunakan adalah a), b), c), d), dst., dan penempatannya mulai dari ketukan ke-6 dari margin kiri. Setiap kata dari piut subjudul digaris bawahi dan diakhiri dengan titik. Piut subjudul langsung diikuti oleh kalimat seperti contoh berikut ini :
a)      Ini adalah piut subjudul. Bila pada teks terdapat pembagian butir – butir, maka digunakan penanda (1), (2), (3), (4), dan seterusnya, bila dimasukkan dalam teks. Bila disusun secara berurutan, maka digunakan penanda 1, 2, 3, 4, dst. Perhatikan contoh di bawah ini :
(1)   Ini adalah contoh pembagian butir–butir;
(2)   Ini adalah contoh pembagian butir–butir;
(3)   Ini adalah contoh pembagian butir–butir. Bila lebih dari satu baris, maka awal baris kedua sejajar dengan tulisan di atasnya;
(4)   Ini adalah contoh pembagian butir–butir;
(5)   Ini adalah contoh pembagian butir-butir. Butir itu juga lebih dari satu baris;
Bila terdapat gambar, maka gambar tersebut diletakkan pada jarak baris 3 dari teks seperti berikut ini :









Jarak antara keterangan gambar dengan teks adalah 3 spasi. Nomor dan nama gambar diletakkan di bawah gambar secara simetris dari margin kiri dan kanan. Nomor gambar ditulis dengan angka arab, secara berurutan tanpa mmeperhatikan di bab mana sebuah gambar ditampilkan. Gambar yang dimaksud di sini sama dengan istilah figure dalam buku teks berbahasa Inggris yang mencakup bagan (skema), grafik, foto, kartus, konfigurasi, dan peta.
Bila pada teks terdapat kutipan langsung, maka kutipan tersebut diberi tanda kutip dan digabung dengan teks bila kurang dari empat baris. “Ini adalah contoh kutipan yang kurang dari empat baris.” Bila kutipan tersebut empat baris atau lebih, maka diketik seperti ini :
” Ini adalah kutipan langsung yang panjangnya emapat baris atau lebih. Ini adalah kutipan langsung yang panjangnya empat baris atau lebih. Ini adalah kutipan langsung yang panjangnya empat baris atau lebih. Ini adalah kutipan langsung yang panjangnya empat baris atau lebih, Jangan lupa menulis sumbernya”.















tugas makalah ipa

UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN ALAM
 A. Upaya Manusia Dalam Melestarikan Alam
Banyak cara dan usaha yang bisa dilakukan manusia untuk melestarikan alam, beberapa diantaranya adalah:
1.    Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.
2.    Pelestarian udara
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:
a)      Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita.Tanaman dapat menyerap gas-gas yang berbahaya bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
b)      Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasanindustri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.
c)      Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer.Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut
3.    Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:
a)      Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
b)      Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
c)      Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
d)     Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
e)      Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengolahan hutan.
4.    Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
a)    Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
b)   Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut.
c)    Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
5.    Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
a)    Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
b)   Melarang kegiatan perburuan liar.
B.  Dampak Ketidak Perdulian Terhadap Alam
Banyak dampak negatif yang ditimbulkan akibat tidak perduli dan  memperhatikan alam,diantaranya:
1)        Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah.
2)        Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme.
3)        rusak-nya lapisan ozon dan kadar gas rumah kaca di atmosfer, lebih cenderung disebabkan oleh kenaikan gas CFC (gas buatan manusia) yang banyak digunakan dalam industri (karet,plastik busa, AC dan alat pendingin lainnya).
4)        Timbulnya pemanasan global,  yang dampaknya sangat besar, dan akan menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Dan masih banyak dampak yang lain akibat ketidak perdulian terhadap lingkngan alam,yang tidak sempat penulis ujarkan satu persatu.
       PENTINGNYA EKOSISTEM HUTAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA”
Hutan merupakan satu ekosistem yang sangat penting di muka bumi ini, dan sangat mempengaruhi proses alam yang berlangsung di bumi kita ini. Ada 7 fungsi hutan yang sangat membantu kebutuhan dasar “basic needs” kehidupan manusia, yaitu:
Hidrologis, hutan merupakan gudang penyimpan air dan tempat menyerapnya air hujan maupun embun yang pada khirnya akan mengalirkannya ke sungai-sungai melalui mata air-mata air yang berada di hutan. Dengan adanya hutan, air hujan yang berlimpah dapat diserap dan diimpan di dalam tanah dan tidak terbuang percuma.
Melihat topografi Minahasa, bergunung-gunung dan terjal, sehingga banyak lahan-lahan kritis yang mudah tererosi apabila datang hujan. Keberadaan hutan sangat berperan melindungi tanah dari erosi dan longsor.
Hutan pula merupakan tempat memasaknya makanan bagi tanaman-tanaman, dimana di dalam hutan ini terjadi daur unsur haranya (nutrien, makanan bagi tanaman) dan melalui aliran permukaan tanahnya, dapat mengalirkan makanannya ke area sekitarnya. Bayangkan jika kita tak punya lagi dapur alami bagi tanaman-tanaman sekitarnya ataupun bagi tanaman-tanaman air yaang ada di sungai-sungai, maka bumi Minahasa akan merana.
Fungsi penting hutan lainnya adalah sebagai pengatur iklim, melalui kumpulan pohon-pohonnya dapat memprduksi Oksigen (O2) yang diperlukan bagi kehidupan manusia dan dapat pula menjadi penyerap carbondioksida (CO2) sisa hasil kegiatan manusia, atau menjadi paru-paru wilayah setempat bahkan jika dikumpulkan areal hutan yang ada di daerah tropis ini, dapat menjadi paru-paru dunia. Siklus yang terjadi di hutan, dapat mempengaruhi iklim suatu wilayah.
Hutan memiliki jenis kekayaan dari berbagai flora dan fauna sehingga fungsi hutan yang penting lagi adalah sebagai area yang memproduksi embrio-embrio flora dan fauna yang bakal menembah keanegaragaman hayati. Dengan salah satu fungsi hutan ini, dapat mempertahankan kondisi ketahanan ekosistem di satu wilayah.
Hutan mampu memberikan sumbangan hail alam yang cukup besar bagi devisa negara, terutama di bidang industri, selain kayu hutan juga menghasilkan bahan-bahan lain seperti damar, kopal, terpentein, kayu putih, rotan serta tanaman-tanaman obat.
Hutan juga mampu memberikan devisa bagi kegiatan turismenya, sebagai penambah estetika alam bagi bentang alam yang kita miliki.
C. BEBERAPA PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA
⦁    Cukup banyaknya kerusakan lingkungan yang terjadi.
⦁    Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan hidup.
⦁    Kurangnya peralatan pengolah lingkungan di indonesia.
⦁    Kurangnya pengawasan dari pemerintah pusat maupun daerah.
 D. BENTUK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP
Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

⦁    Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.
Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a.         Letusan gunung berapi
Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.
Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:
1.      Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.
2.      Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.
3.      Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
4.      Gas yang mengandung racun.
5.      Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.

b.    Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
1.      Berbagai bangunan roboh.
2.      Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
3.      Tanah longsor akibat guncangan.
4.      Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
5.      Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).

c.    Angin topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.
Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.
Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
1.      Merobohkan bangunan.
2.      Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
3.      Membahayakan penerbangan.
4.      Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

⦁    Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
1.      Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
2.      Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
3.      Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

⦁    Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
1.      Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
2.      Perburuan liar.
3.      Merusak hutan bakau.
4.      Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
5.      Pembuangan sampah di sembarang tempat.
6.      Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
7.      Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.


UPAYA PELESTARIAN

Pelestarian lingkunagn hidup yang dilakukan di Indonesia mengacu pada UU No.23 1997. UU ini berisi tentang rangkaian upaya untuk melindungi kemampuanlingkungan hidup terhadap terhadap tekanan perubahan dan dampak negative yang ditimbulkan suatu kegiatan. Upaya ini dilakukan agar kekayaan sumberdaya alam yang ada dapat berlanjut selama ada kehidupan.

1.    Upaya yang Dilakukan Pemerintah
Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:
⦁    Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata   Guna Tanah.
⦁    Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
⦁    Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).
⦁    Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan,

Tujuan pokok Badan Pengendalian Lingkungan:
⦁    Menanggulangi kasus pencemaran.
⦁    Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
⦁    Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
⦁    Mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

2.  Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah
Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:

a.        Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)


Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

     b.    Pelestarian udara
 Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:
1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita
Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.

2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

c. Pelestarian hutan
 
Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:
1.      Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
2.      Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3.      Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4.      Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5.      Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.
6.      Ikut berpartisipasai dalam kegiatan pecinta alam.
7.      Memasok peralatan yang canggih.
8.      Melakukan penyuluhan pada masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup.

d. Pelestarian laut dan pantai
 
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1.      Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2.      Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3.      Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4.      Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

e. Pelestarian flora dan fauna
 
Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1.      Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2.      Melarang kegiatan perburuan liar.
3.      Menggalakkan kegiatan penghijauan.

Contoh Makalah Tentang Ekologi

Contoh Makalah Tentang Ekologi

rams aroezaBAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oikos = Tempat Tinggal (rumah) Logos = Ilmu, telaah. Oleh karena itu Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.
Fungsi ekosistem menunjukkan hubungan sebab akibat yang terjadi secara keseluruhan antar komponen dalam sistem. Ini jelas membuktikan bahwa ekologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya, serta dengan semua komponen yang ada di sekitarnya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
   
Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
Ekologi mencoba memahami hubungan timbal balik, interaksi antara tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia dengan alam lingkungannya, agar dapat menjawab pertanyaan; dimana mereka hidup, bagaimana mereka hidup dan mengapa mereka hidup disana. Hubungan- hubungan tersebut demikian kompleks dan erat sehingga Odum (1971) menyatakan bahwa ekologi adalah “Environmental Biology“.

B.  Rumusan Masalah
1.   Terdiri dari jenis apa sajakah ekologi itu?
2.   Apakah perbedaan diantara jenis-jenis ekologi tersebut?

C. Tujuan
1.   Untuk mengetahui jenis-jenis ekologi
2.   Untuk mengetahui perbedaan diantara jenis-jenis ekologi tersebut

D. Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penulisan makalah ini adalah :
1.      Manfaat teoritis, Untuk mengembangkan pengetahuan tentang ekologi
2.      Memberikan pengertian kepada masyarakat umum tentang pentingnya menjaga semua jenis-jenis ekologi demi mencapai kehidupan yang lebih baik.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Ekologi Hutan
Ekologi Hutan adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungan. Hubungan ini sangat erat dan komplek sehingga menyatakan bahwa ekologi adalah biologi lingkungan (Eviromental biology).
Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan diluar hutan. Hubungan antara masyarakat tumbuh-tumbuhan hutan, margasatwa dan alam lingkungannya begitu erat sehingga hutan dapat dipandang sebagai suatu system ekologi atau ekosistem.
Ekologi hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistem hutan. Hutan dapat dipelajaridari segi autekologi dan synekologi. Autekologi mempelajari ekologi suatu jenis pohon atau pengaruh sesuatu faktor lingkungan terhadap hidup atau tumuhnya satu atau lebih jenis-jenis pohon. Sifat penyelidikanya mendekati fisiologi tumbuh-tumbuhan. Synekologi mempelajari hutan sebagai masyarakat atau ekositem misalnya penelitian tentang pengaruh keadaan tempat tmbuh terhadap komposisi dan produksi hutan.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik. Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah di mana ekolog (orang yang mempelajari ekologi) kini berfokus.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan atarmakhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.
Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:
Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya
Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
• Komponen hidup (biotik)
• Komponen tak hidup (abiotik)
Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut.

B. Ekologi Laut
Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang Ekosistem air laut. Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang, dan padang lamun. Berikut penjelasan tentang ekologi laut.
Habitat air laut (oceanic) ditandai oleh salinitas tinggi dengna ion Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25oC. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan bagian air yang dingin di bagian bawah disebut daerah thermocline.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung baik. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaan secara horizontal.
Dikenal juga dengan terminologi:
Integrated Coastal Zone Management (ICZM) (pengelolaan terpadu wilayah pesisir)
Integrated Coastal Zona Planning and Management (pengelolaan dan perencanaan terpadu wilayah pesisir, dalam artian pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh (Comprehensive assessment).  Sorensen & Mc Creary dalam Dahuri 200)
Integrated Coastal Management (pengelolaan wilayah pesisir)
Integrated Coastal Resources Management (pengelolaan terpadu sumber daya wilayah pesisir)
Coastal Zone Resources Management (pengelolaan sumber daya wilayah pesisir)
Coastal Resources Management (pengelolaan sumber daya pesisir)
Coastal Zone Management (pengelolaan wilayah pesisir)
Perlindungan dan bertelur
Mangrove : feeding ground, fishing ground, spawning ground dan nursery ground banyak spesiesikan dan udang dan memberikan perlindungan terhadap gelombang
Lamun/seagrass : nursery ground, daerah pencarian makan bagi mamalia laut
Rumput laut/seaweed : pangan dan obat-obatan
Ekosistem terumbu karang
Luas terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2% saja yang kondisinya baik
Tekanan terhadap keberadaan terumbu karang sebagian besar diakibatkan oleh kegiatan manusia
Kerusakan terumbu karang banyak ditentukan oleh aktivitas di daratan
Manfaat terumbu karang
Berperan penting bagi pertumbuhan sumberdaya perikanan (sebagai feeding ground,fishing ground, spawning ground dan nursery ground)
Mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi)
Sebagai daya tarik wisata bahari
Secara global terumbu karang berfungsi sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut
Sebagai penyerap karbondioksida dan Gas Rumah Kaca (GRK) lainnya
Ekosistem padang lamun
Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya terbenam di dalam laut
Padang lamun ini merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang  tinggi
Fungsi ekologi yang penting yaitu sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang
Ekosistem mangrove
Hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut
Luas hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terluas di dunia (2,5-3,5 juta Ha,18-23 % luas mangrove di dunia dan lebih luas dari Brasil)
Fungsi ekologis:
Sebagai peredam gelombang (termasuk gelombang tsunami), angin dan badai
Melindungi daerah pantai dari bahaya abrasi
Sebagai penyerap nutrien organik, penahan lumpur dan perangkap sedimen
Penghasil a yang merupakan hasil dekomposisi dari serasah mangrove
Sebagai daerah asuhan, mencari makan dan berkembangbiak ikan, udang dan hewan liar lainnya

C. Ekologi Tanaman
Ekologi tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya. Tanaman membutuhkan sumberdaya kehidupan dari lingkungannya, danmempengaruhi lingkungan begitu juga sebaliknya lingkungan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ekologi dibagi atas dua bagian yaitu Sinekologi dan Autekologi. Pembagian ekologi, tingkatan organisasi makhluk hidup, tujuan dan perkembangan ekologi tanaman, pembagian ilmu ekologi.
Pada prinsipnya ditinjau dari biologi, makhluk hidup dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu, hewan dan tumbuhan. Kedua kelompok ini sangat tergantung kepada faktor-faktor yang ada diluar dirinya baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dengan kata lain tidak ada satu makhluk hidup pun di dunia ini yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung dengan faktor lainnya. Faktor luar yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup ini disebut dengan lingkungan.
Manusia sebagai makhluk hidup telah terlibat dan tertarik dengan masalah- masalah lingkungan sejak dahulu kala walaupun mereka tidak mengerti perkataan ekologi itu sendiri. Dalam masyarakat primitif setiap individu untuk dapat bertahan hidup memerlukan pengetahuan terhadap alam lingkungannya. Alam lingkungan (environment) ialah alam diluar organisma yang efektif  mempengaruhi kehidupan organisma tersebut. Setiap tanaman menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian ini berguna untuk mempertahankan hidupnya.
Ekologi merupakan gabungan dari dua kata dalam Bahasa Yunani yaitu oikos berarti rumah dan logos berarti ilmu atau pelajaran. Secara etimologis ekologi berarti ilmu tentang makhluk hidup dan rumah tangganya. Dengan kata lain defenisi dari ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Berdasarkan defenisi di atas maka yang dimaksud dengan Ekologi Tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara tanaman (tumbuhan yang dibudidayakan) dengan lingkungannya. Lingkungan hidup tanaman dibagi atas dua kelompok yaitu lingkungan biotik dan abiotik. Dari lingkungan inilah tanaman memperoleh sumberdaya cahaya, hara mineral, dan sebagainya. Kekurangan, kelebihan atau ketidakcocokkan akan menyebabkan terjadinya cekaman (stress) pada tanaman.
Berdasarkan makna ekologi di atas maka jelaslah bahwa ekologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ilmu biologi. Oleh karenanya Ilmu Biologi sering disebut denganbiologi lingkungan. Ekologi merupakan bagian kecil dari Biologi. Yang termasuk dalam ruang lingkup biologi ialah organisma, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfir. Jika kita perhatikan bahasanbahasan dalam mempelajari ekologi ternyata masing-masing ilmu yang membahas suatu individu/grup tidak terlepas dari membahas masalah ekologi. Dari penjelasan ini dapat dilihat ternyata ekologi merupakan ilmu yang cakupannya amat luas.
Pelajaran mengenai lingkungan hidup organisma sudah dipelajari sebelum kata ekologi itu sendiri diperkenalkan oleh ahlinya. Nenek moyang kita pada jaman dahulu telah berupaya untuk memelihara lingkungan, yang terbukti dari mitos mitos yang muncul seperti ”jangan menebang pohon yang rindang karena ada penghuninya”. Ini adalah salah satu upaya mereka untuk memelihara ketersediaan air. Mitos-mitos mengenai pemeliharaan lingkungan ini relatif cukup banyak, karena masing-masing suku yang ada di Indonesia memilikinya. Gambaran ini memperlihatkan bahwa manusia merupakan organisma yang memiliki kekekuatan penuh yang mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya. Pengetahuan Ekologi berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri.
Tujuan utama mempelajari ekologi tanaman adalah memperoleh hasil yang optimal dari teknik budidaya yang dilakukan dan menjaga lingkungan agar terhindar dari kerusakan sebagai warisan untuk anak cucu kita
Lingkungan akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan tanaman dan organisme lain yang hidup di muka bumi. Oleh sebab itu pengetahuan tentang lingkungan tumbuh tanaman sangat dibutuhkan agar budidaya tanaman yang dilakukan dapat menghasilkan produksi yang optimum. Dalam agroekosistem lingkungan tumbuh tanaman menjadi bahan pertimbangan dalam rancang bangun aktivitas budidaya yang akan dilakukan. Desain lanskap dari budidaya tanaman juga sangat tergantung pada lingkungan. Lingkungan akan mempengaruhi jenis tanaman yang sesuai untuk dibudidayakan pada kawasan, penjadwalan dan teknik budidaya yang digunakan. Oleh karenanya pengetahuan tentang lingkungan sangat penting artinya bagi sektor pertanian.

D. Ekologi Serangga
Ekologi serangga mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan serangga. Pengetahuan tentang ekologi serangga hama pascapanen merupakan dasar penerapan pengendalian hama terpadu (PHT).  Saat ini, pemodelan dengan komputer untuk pengendalian hama pascapanen telah banyak dikembangkan.  Kesemuanya berbasis pada pengetahuan ekologi serangga.
Sifat struktur penyimpanan secara umum adalah kondisinya yang stabil dibandingkan lingkungan alami dan ketersediaan pangan yang melimpah.  Karakter penyimpanan ini menguntungkan hama gudang, walaupun adakalanya terjadi kelangkaan sumber makanan.  Serangga hama di penyimpanan, terutama hama-hama penting adalah serangga yang telah teradaptasi pada lingkungan penyimpanan dengan baik, karena:
·                    Habitat penyimpanan merupakan reservoir alaminya
·                    Toleransinya yang tinggi terhadap faktor fisik di penyimpanan
·                    Keragaman perilaku makan pada berbagai bahan simpan
·                    Laju reproduksi yang tinggi
·                    Kemampuan yang tinggi dalam menemukan lokasi sumber makanan
·                    Kemampuan bertahan hidup dalam kondisi tanpa pangan
·                    Adaptasi morfologi (ukuran kecil, bentuk pipih, gerakan cepat dll.)
Studi ekologi yang dilakukan pada kondisi yang mirip dengan tempat penyimpanan lebih berguna untuk mengembangkan program pengendalian.  Dengan demikian dapat diperoleh lebih banyak gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan hama pada kondisi nyata.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEBARAN DAN KELIMPAHAN HAMA GUDANG
1.      SUHU, KADAR AIR BIJI DAN SUMBER MAKANAN
2.      Masa perkembangan
3.      Ketahanan hidup/survival
4.      Produksi telur
INTERAKSI ANTARINDIVIDU DAN ANTARSPESIES
1.      Intraspesifik (antarindividu)
Interaksi antarindividu dalam satu spesies menentukan distribusi dan kelimpahan serangga.  Pada kepadatan populasi rendah, laju pertumbuhan biasanya kecil karena kesulitan untuk menemukan pasangan seksual misalnya.  Ketika populasi bertambah, laju pertumbuhan meningkat secara eksponensial karena kelimpahan sumber makanan dan kesesuaian lingkungan.  Sejalan dengan pertambahan populasi yang tinggi, terjadi kompetisi/persaingan untuk makan dan perkawinan sehingga menimbulkan efek negatif bagi populasi.  Pada spesies tertentu bahkan terjadi kanibalisme terhadap serangga dalam stadium inaktif (telur dan pupa).  Walaupun demikian, tekanan populasi seperti ini jarang terjadi karena kecenderungan migrasi bila populasi meningkat.  Kompetisi umumnya terjadi pada populasi di penyimpanan yang kosong, sarana transportasi maupun peralatan pengolahan di mana jumlah makanan relatif sedikit.
2.      Interspesifik (antarspesies)
Interaksi antarspesies juga mempengaruhi laju pertumbuhan suatu spesies serangga.  Berbagai pola interaksi ditemukan di penyimpanan, yaitu:
·                    Suksesi, yaitu pergantian dominansi spesies pada pernyimpanan kerena perubahan lingkungan dan sumber makanan.  Pada saat awal yang dominan adalah hama primer, kemudian digantikan hama sekunder, selanjutnya mungkin serangga pemakan cendawan atau sisa-sisa.
·                    Kompetisi, terjadi bila dua spesies hama memiliki relung ekologis yang sama (bandingkan dengan suksesi dimana masing-masing spesies memiliki peran berbeda.)
·                    Predasi, bisa oleh spesies predator (misal kepik Xylocoris sp.) atau spesies hama yang menjadi karnivor fakultatif pada kondisi ekstrim.
·                    Parasitisme, kebanyakan Hymenoptera famili Trichogrammatidae, Bethylidae, dan Pteromalidae menjadi parasitoid hama gudang.  Termasuk parasitisme adalah serangan mikroorganisme seperti protozoa, bakteri dan cendawan entomophaga penyakit terhadap hama pascapanen.

E. Ekologi Air Tawar
Ekologi air tawar sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Air tawar sendiri penting karena  ia adalah sumber air rumah tangga dan industri yang murah, komponen air tawar merupakan merupakan daur hidrologis, dan  ekosistem air tawar merupakan sistem disporsal / pembuangan yang mudah dan murah
Beberapa faktor pembatas dalam Ekosistem air tawar diantaranya :
1.      Kejernihan.
2.      Temperatur.
3.      Arus.
4.      Oksigen.
5.      Garam biogenik dalam air.
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
1.      Air tergenang/ lentik (asal kata lenis = tenang) contoh : danau, kolam, dan rawa dan mangrove.
2.      Air mengalir / lotik (asal kata lotus = tercuci) contohnya: mata air, aliran air/sungai dan selokan.

F. Perbedaan Jenis-jenis Ekologi
Setiap jenis ekologi memiliki ruang lingkup tersendiri. Oleh karena itu antara satu jenis ekologi dengan ekologi yang lain memiliki perbedaan. Dalam makalah ini hanya dibahas 5 jenis ekologi saja yaitu ekologi hutan, ekologi laut, ekologi tanaman, ekologi serangga, dan ekologi air tawar. Perbedaan jenis-jenis ekologi tersebut antara lain :
Ekologi hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistem hutan
Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang ekosistem air laut.
Ekologi tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya.
Ekologi serangga mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan serangga.
Ekologi air tawar merupakan ilmu yang mempelajari tentang ekosistem air tawar.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1.      Ekologi terdiri dari beberapa jenis. Contohnya yaitu ekologi hutan, ekologi laut, ekologi tanaman, ekologi serangga, dan ekologi air tawar.
2.      Setiap jenis ekologi memiliki cakupan yang berbeda-beda

B. Saran
1.      Sebagai mahasiswa seharusnya lebih memperdalam ilmu pengetahuan sesuai dengan bidangnya sehingga mempunyai skill.
2.      Di harapkan lebih menyempurnakan makalah ini.
3.      Mahasiswa harus menjadi center learning student dalam perkuliahan sehingga mahasiswa yang lebih kreatif.

service center resmi thosiba

Berikut ini  Service Center Resmi Toshiba Seluruh Indonesia.

toshiba SERVICE CENTER
Bekasi
Jl. Sultan Agung No.26, Gang Gold Coin No. 149 Rt. 05/06 PD Ungu
Telp: 021-6911020
Email: svcbks@topjaya.co.id
Bogor
Jl.Ciwaringin I/27 Kel. Ciwaringin Kec. Bogor Tengah
Telp: 021-6911020
Email: svcbgr@topjaya.co.id
Jakarta Barat
Jl.Roa Malaka Utara No.59
Telp: 021-6911020
Fax: 021-6915240
Email: haris.fadillah@topjaya.co.id
Jakarta Selatan
Plaza Ciputat Mas Blok BY Jl.Ir.H.Juanda 5A, Ciputat
Telp: 021-6911020
Email: svccpt@topjaya.co.id
Jakarta Timur
Jl. Angkur No.27, PuloMas
Telp: 021-6911020
Email: svcpmas@topjaya.co.id
Tangerang
Kompleks Daan Mogot Permai, Jl.Raya Daan Mogot Km 21 Blok B1 No.18
Telp: 021-6911020
Email: svctng@topjaya.co.id
Bandung
Jl. Rajawali Timur No.176 Bandung Barat
Telp: 022-6001389,6031686
Email: svcbdg@topjaya.co.id
Cirebon
Jl. Moch Toha No.26 Cirebon 45121
Telp: 0231-203841/9104080
Email: svccrb@topjaya.co.id
Purwokerto
Jl. Supriadi No.53
Telp: 0281-638310
Email: svcpwt@topjaya.co.id
Semarang
Jl. MT Haryono No.8 Semarang
Telp: 024-3546324/3551585
Email: svcsmg@topjaya.co.id
Solo
Kompleks Ruko Solo Baru Blok C/10
Telp: 0271-621921,621496
Fax: 0271-621921
Email: svcsol@topjaya.co.id
Yogyakarta
Jl. Soragan No.3 Godean Yogyakarta
Telp: 0274-626057/617782
Fax: 0274-617782
Email: svcjgy@topjaya.co.id
Jember
JL. MH. Thamrin No.93
Telp: 0331.326016 ; 326651
Email: svcjbr@topjaya.co.id
Kediri
Jl. Kapten Tendean Perum Permata Biru Blok H 7 Kediri
Telp: 0354-696076
Email: svckdr@topjaya.co.id
Malang
Jl. Sunandar Priyo Sudarmo No.28 Malang
Telp: 0341- 405265
Email: svcmlg@topjaya.co.id
Surabaya
Pergudangan Margomulyo 66F kav.6 – Surabaya
Telp: 031-7482839,7482838, 7482001
Fax: 031 7482022
Email: spvsvc.sby@topjaya.co.id
Denpasar
Jl. Soka no.30A Kesiman
Telp: 0361-466740,467359
Email: svcdps@topjaya.co.id
Banjarmasin
Jl. Jend A.Yani Km 9.2 Rt.II No.40 Kec. Kertak Hanyar Kab.Banjar
Telp: 0511-3262995-96/ (7506100)
Fax: 0511-4281628
Email: svcbjm@topjaya.co.id
Kendari
Jl. Lasandara no. 3 Kendari
Lombok
Jl. T.G.H Faisal No. 101
Telp: 0370-6618989
Makasar
Ruko Gajah mada No.16 Jl.Metro Tanjung Bunga Makasar
Telp: 0411-8113962-63
Email: svcmks@topjaya.co.id
Manado
Jl. Raya Kombos Perum Holly Lestari Blok B No 10, Manado
Telp: 0431-3321633
Fax: 0431-841166
Email: svcmnd@topjaya.co.id
Palu
Jl. Sungai Moutong No. 9 Kos Haji Tafley No. 9 Palu Sul Bar
Telp: 0898 9341792
Email: tsuplu@topjaya.co.id
Pontianak
Jl. Pahlawan No, 38, Pontianak
Telp: 0561-767688/736562
Email: svcptk@topjaya.co.id
Samarinda
Jl. Cendana No. 7A
Telp: 0541-768818,768819
Fax: 0541-751168
Email: svcsmd@topjaya.co.id
Jambi
Jl. Lingkar Selatan no. 3 Palmerah Lama , Jambi Selatan
Telp: 0741-573886/ 0898 9781 728
Email: tsujbi@topjaya.co.id
Lampung
Jl.KH Ahmad Dahlan No.123AB,Teluk Betung
Telp: 0721-472103,7470514/ (7470514)
Fax: 0721-472104
Email: svclpg@topjaya.co.id
Medan
Komplek Pergudangan Intan Jl.Letda Sujono No.68B Medan
Telp: 061-7385396 /7385326 (Sales)
Fax: 061- 7385049
Email: tsumdn@topjaya.co.id
Palembang
Jl. Pasar 16 ilir no.174 Rt.05 kel. 16 ilir. Palembang
Telp: 0711-368836/ 0711-368843
Email: svcplg@topjaya.co.id
Pekan Baru
Jl.Arengka II, Komplek Pergudangan Avian Blok C No.10
Telp: (0761) 861713
Fax: (0761) 861714
Email: svcpkb@topjaya.co.id

Alamat Service Center Samsung Resmi dan Kontak Center di Indonesia

Anda membutuhkan nomor kontak center dan sedang mencari alamat Service Center Samsung yang resmi untuk produk tablet, galaxy, smartphone, Laptop, Monitor, TV / Audio, Kamera dll di Indonesia, Anda tak perlu kawatir dan bingung mesti kemana Anda harus melangkah, karena Samsung sudah memberikan pelayanan dilokasi terdekat Anda dengan mutu dan kwalitas yang ramah serta terpercaya.

Lalu bagaimana dan dimanakah Anda dapat mengecek atau mencarinya alamat Service center Samsung resmi untuk service produk Samsung milik Anda, atau hanya untuk sekedar konsultasi, para staff dan pegawai Samsung akan dengan senang hati melayani, melayani Anda.

Service Center Resmi Samsung

Alamat Service Center Samsung Resmi di Seluruh Kota Negara Indonesia

Daftar Alamat Service Center Resmi Samsung di Indonesia

Alamat Service Center Samsung di Yogyakarta

PT. Graha Service Indonesia Yogyakarta
Jogjatronics Mall. Lantai LG Kav.4 Jl. Brigjend. Katamso No.75-77
(P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Yogya
Jln. Pangeran Diponegoro no.59
(P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia SOLO
jl. Dr. Rajiman No. 241
(P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

Alamat Service Center Samsung di Semarang

PT. Graha Service Indonesia Simpang Lima PlazaSimpang 5 Plaza 2 lt.2 no .12A-B Jl.A Yani no. 1
(P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Semarang
Jl. Dr. Cipto No. 111
(P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

Alamat Service Center Samsung di Jakarta

PT. Graha Service Indonesia Mall Ambassador
Mall Ambasador Lantai 2 No. 3,3A,5 Jl. Prof Dr. Satrio
(P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Pacific Place
Pasific Place Lt.3 Lot.10 Kawasan Sudirman Terpadu, Jl Jend Sudirman (P) 021-57973171 / 57973173

PT. Graha Service Indonesia PGC Cililitan
Pusat Grosir Cililitan (PGC) Lantai 3 (A,B,C,D) Jl Mayjen Sutoyo No.76 Cililitan Kramat Jati (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia ITC Cempaka Mas
ITC Cempaka Mas Mega Grosir Lt.4 Blok D No. 245 Jl. Jend. Soeprapto, Jakarta 10640 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Tomang
Jl.Tomang Raya No.1 Jakarta Barat – 10440 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Roxy
ITC Roxy Mas, Lt. 3 Blok C 1-6, Jl. Hasyim Ashari 125 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia ITC Fatmawati
ITC Fatmawati Ruko No.17 Jl. RS Fatmawati No.39 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Pondok Indah
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 9 CD (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Kelapa Gading
Jl. Raya Barat Boulevard LC 7 / 58 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Bekasi
Jl. Jend. Ahmad Yani, Plaza Permata – Bekasi Blok B No.1 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Bekasi II
Mega Mall Bekasi Lt. 1 No. 167 -168 Jl. Ahmad Yani No.1 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Depok
Jl. Margonda Raya, No. 399B-C (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Cengkareng
Ruko Daan Mogot Permai (Arcadia) Blok A-8, Jl. Daan Mogot Km. 21 (P) (021) 5585787, 55764563, 55764644
(F) (021) 55778356

PT. Graha Service Indonesia Tangerang
Jl. Imam Bonjol N0. 97, Karawaci – Tangerang (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Cikarang
Jl. Niaga Raya, Capital Business Park Unit No. F/2/Sudut, Cikarang Baru (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Bogor
Jl. Pajajaran No.6 Bantarjati Bogor (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia BEC MALL
Istana Bandung Electronic Center (BEC), Lt. 3 A-05, Jl. Purnawarman No.13-15 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Bandung Dago
Jl. Ir.H.Juanda No.150 (Dago) (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Purwakarta
Jl. Ibrahim Singadilaga No. 80 (P) (0264) 8226994, 8226959

PT. Graha Service Indonesia Surabaya
Jl. Darmo 92 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Surabaya (WTC 2 )
WTC Surabaya lt 2 Galeria no 832-835, Jl. Pemuda No. 27 – 31Surabaya (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Surabaya (Marina)
Plaza Marina, Lt. 3 Blok B-2, Jl. Raya Margorejo Indah No. 97-99 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Surabaya (Hitech)
hitect mall lt dasar blok D no 64-66, jl kusuma bangsa 116-118 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

Alamat Service Center Samsung di Medan

PT. Graha Service Indonesia Plaza Medan Fair
Jl. Gatot Subroto No 30 Plaza Medan Fair Lt 4 No 325 – 325 A (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Medan (Millenium)
Plaza Millinium LT 3 No 69, jl kapt muslim (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Medan (Gatsu)
Jl. Gatot Subroto No. 16 Km 4.5 Kel. Sei-Sikambing D (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

Alamat Service Center Samsung di Makasar

PT. Graha Service Indonesia Makassar
Jl. A. Pettarani Ruko IDI No. 53 A – 53 B (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia-MTC KAREBOSI
Makassar Trade Center Karebosi (MTC), Lt. 3 Blok I01 -I05, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 49 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

Alamat Service Center Samsung di Batam

PT. Graha Service Indonesia Batam
JL. Raden Patah, Komp. Srijaya Bukit Nagoya No.1-2 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Tanjung Pinang
Ruko Taman Gurindam 10, Jl. DI. Panjaitan, Batu Km. 9 (P) (0771) 7447052, 7447069

Alamat Service Center Samsung di Balikpapan

PT. Graha Service Indonesia Balikpapan
Jl. Jend. Sudirman No. 83 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

Alamat Service Center Samsung di Banjarmasin

PT. Graha Service Indonesia Banjarmasin
JL.AHMAD YANI KM. 3.5 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

Alamat Service Center Samsung di Bekasi

PT. Graha Service Indonesia Bekasi II
Mega Mall Bekasi Lt. 1 No. 167 -168 Jl. Ahmad Yani No.1 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Bekasi
Jl. Jend. Ahmad Yani, Plaza Permata – Bekasi Blok B No.1 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Kelapa Gading
Jl. Raya Barat Boulevard LC 7 / 58 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia PGC Cililitan
Pusat Grosir Cililitan (PGC) Lantai 3 (A,B,C,D) Jl Mayjen Sutoyo No.76 Cililitan Kramat Jati (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia ITC Cempaka Mas
ITC Cempaka Mas Mega Grosir Lt.4 Blok D No. 245 Jl. Jend. Soeprapto, Jakarta 10640 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Cikarang
Jl. Niaga Raya, Capital Business Park Unit No. F/2/Sudut, Cikarang Baru (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Mall Ambassador
Mall Ambasador Lantai 2 No. 3,3A,5 Jl. Prof Dr. Satrio (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Pacific Place
Pasific Place Lt.3 Lot.10 Kawasan Sudirman Terpadu, Jl Jend Sudirman (P) 021-57973171 / 57973173

PT. Graha Service Indonesia ITC Fatmawati
ITC Fatmawati Ruko No.17 Jl. RS Fatmawati No.39 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Roxy
ITC Roxy Mas, Lt. 3 Blok C 1-6, Jl. Hasyim Ashari 125 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Tomang
Jl.Tomang Raya No.1 Jakarta Barat – 10440 (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

PT. Graha Service Indonesia Pondok Indah
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 9 CD (P) 0 – 800 – 1128888 (Bebas Pulsa)

Kontak Center Resmi Samsung 0-800-1128888 (Toll Free) dan 021-56997777

Rabu, 14 Mei 2014

smk negri 1 lau maros







Setelah menempuh jenjang pendidikan selama tiga tahun di sekolah tercinta ini yaitu SMK negri 1 lau maros, maka tibalah saatnya bagi kami untuk meninggalkan sekolah kami yang sangat kami cintai.
Tentunya akan sangat sulit bagi kami untuk melepaskan masa-masa yang telah kami jalani bersama selama bersekolah di tempat ini. Bersama dalam canda dan tawa, bersama dalam duka, bersama meraskan sedih, dan semua kebersamaan yang telah kami lalui di sekolah kami ini. Namun waktu yang terasa sangat cepat berjalan akhirnya menetapkan saat dimana kita semua harus berpisah.
Di sekolah ini kami semua diajarkan segala hal yang sangat berguna untuk kehidupan kami yang akan datang. Di sekolah ini kami mengenal banyak teman yang memiliki berbagai karakter yang berbeda, ada teman yang lucu, sabar, pemarah, sangat membosankan, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat saya sangat senang dengan mereka. Saya tidak tahu apakah kelak saya akan menemukan teman-teman yang seperti mereka.
Untuk semua adik kelas, saya berpesan rajinlah belajar agar kalian semua dapat meraih cita-cita kalian. Jika kalian menjadi siswa yang pintar maka kalian dapat turut mengharumkan nama baik sekolah kita yang tercinta ini. Hormati guru-guru kalian, turuti segala nasehat yang diberikan karena segala nesehatnya tentu hanya untuk kebaikan kalian kelak.

Sabtu, 10 Mei 2014

rijal